Di Seperempat Kesadaran

Entah Siapa aku

Muncul Tanpa Kesadaran

Menyematkanmu pada satu titik indah disudut Hati

 

 

Masih Bertanya siapa aku

Muncul dari gelap

Tanpa sebab yang ingin ditelusuri

Diam-diam menyembunyikanmu dalam pikiran ku

 

 

Semua mengendap perlahan

Pada mimpi yang terputus pagi

Ingin sekali menikmati embun itu bersama

Tapi itu justru kenyataan yang memisahkan kita

 

 

Aku Pernah Melihat mu dan Kehilangan mu dalam mimpiku

Dan aku menemukan mu Kembali dalam dunia nyata

Meski aku tak siap menjadi bayang-bayangmu

Tapi aku tak pernah ingin kehilanganmu, Sekali lagi

Berenang Atau Tenggelam??

Layar yang pernah berkembang

Rapuh terkena angin

 

Badai bergerak

Menyeret tak tentu arah

 

Disaat senja terlihat untuk menepi

Ketika Tujuan mulai terlihat

Tapi pantai sungguh masih jauh

 

Tak Pernah ada pantai yang sama dari tempat berlayar

Terlambat pula untuk berputar haluan

Mengapung diantara ketidak pastian

 

Masih adakah jalan kembali?

Pantaskah Aku (Masih Mengharapkan mu) ?

Aku masih belum terlelap

Naluri terus mencecarku

Pantaskah aku?

 

Sebuah Kesalahan 

Lalu aku mengapung bersama badai yang menerpa ku

Bahkan dapat dikatakan aku menikmatinya

 

Masih kah aku berani berdiri pada kaki ku yang disebut janji?

Atau aku telah berubah pada sosok yang ku benci

Aku menjadi lemah dan tak berani berharap pada kesetiaan

 

Janji yang tak mengikat ini telah melukai

Janji yang berubah menjadi jerat

Aku tak akan pernah menyalahkan mu

Jika pada akhirnya semua tinggal cerita dalam bayangan

 

Masih pantaskah aku?

Clay Modeling, Industrial Clay, Automotive Design

Porto 2

Gambar

Portofolio

Portofolio

iseng sama tugas kuliah

Gambar

Bayangan VS Kabut

19-July-2010

Itu tanggal dimana aku pertama kali mengenalmu, menyapamu melalui akun facebook ku.

Hingga berlanjut pada saat dimana kita saling tukar nomor hp. Kemudian komunikasi mengalir seperti seolah sudah saling mengenal begitu lama. Namun disaat itu ada orang lain dihatimu yang mengisi harimu kemudian aku putuskan untuk menjauh darimu sejenak melupakan mimpiku yang berharap dapat kesempatan mengenal hatimu. Setelah beberapa bulan kemudian entah mengapa tiba tiba aku ingin melihat akun facebookmu dan dari sana aku tahu kau telah sendiri. Aku kemudian mencoba kembali  untuk menyapa  mu seperti biasa tak disangka kita makin dekat saling support dan dan berbagi cerita setiap hari aku menikmati semua itu seakan ada energi lebih yang terus mengalir dihari hariku. Dirimu kemudian hadir disetiap waktu ku disaat hujan, dingin dan padatnya tugas kuliah saat itu kau adalah mimpi ku yang menjadi nyata hingga aku berani bermimpi hal hal lain yang lebih besar untuk masa depan nanti. Tepat tanggal 5 Mei 2011 kau dan aku resmi menjalin sebuah hubungan kasih meski  terhalang jarak dan waktu Bandung-Lampung namun semua berjalan sangat dekat dan hangat seolah tanpa batas. Perasaan itu setiap hari kian tumbuh dan semakin dalam menyatu dihatiku. Hampir setiap malam harap dan doa mengalir untuk terus menjaga dan mempertahankan hubungan ini. Hingga tiba hari dimana waktu yang akan mempertemukan kita telah datang, waktu yang selalu kunanti  saat aku akan melihat dia bidadari ku yang mengisi semua hariku dengan semangat dan energi luar biasa. Meski disatu sisi ada rasa  takut  apabila kamu akan memilih untuk mengakhiri hubungan ini setelah melihat rupa ku yang jelek ini.

21 Juni 2011

Hari yang indah itu datang, hari yang paling kunanti akhirnya aku bisa melihat bidadariku itu dari dekat  dengan bantuan temanku akhirnya aku bertemu dengannya diasrama dimana ia tinggal sewaktu SMA. Hatiku benar benar seperti sedang berhadapan dengan mesin pacu yang kencang. Saat itu ia tengah mandi, mungkin terlalu pagi aku datang (padahal sih udah siang gitu) Tak berapa lama dia muncul dengan rambut masih basah gitu pertemuan yang sangat berkesan bagiku sesaat kemudian dia datang dengan membawa 2 gelas the manis. Aku dan dia duduk berdua diteras itu sedang temanku main komputer didalam . Lalu kami pun mulai ngobrol seperti  biasa, ada adiknya lho malu malu gitu. Adiknya kemudian masuk  kedalam tinggal kami berdua diteras dengan pikiran masih masing masing dikepala. Malu bercampur bahagia kurasakan kemudian kugenggam erat tangannya. Sambil terus ku pandangi senyumnya itu. Hingga tak terasa waktu begitu cepat berlalu untuk kami berdua yang sedang saling mengobat rindu. Akhinya aku harus pulang sore itu. Malamnya seakan bingung apa yang harus dikerjakan akhirnya aku datang lagi kesana tak berapa lama jam sudah menunjukan pukul 09.00 malam itu waktunya untuk pulang. Hari itu aku masih menyimpan rasa bahagia hingga malam menjelang tidur. Dia lebih cantik dari pada fotonya yang ada didompetku.

22 Juni 2011

Hari kedua aku diBandar Lampung ada pengumuman nilai UAS sebelum aku libur kemarin katanya sudah muncul di web kampus. Aku kemudian mencari warnet disekitar sana ternyata aku harus ketempat warnet didekat sekolahnya. Aku jalan sendiri kesana karena temanku sedang pergi. Setelah cek nilai beres akhirnya aku niatnya mau balik ke tempat aku menginap namun lebih dekat keasramanya, akhirnya aku kesana. Setelah menunggu sebentar dia keluar dengan masih menggunakan seragam putih abu abunya itu. Kami masuk kedalam kedepan komputer dia berbagi cerita tentang keluarganya melalui foto foto yang dia tunjukan. Aku hanya tersenyum sambil mendengarkan ceritanya hanya sesekali kulihat wajahnya yang amat dekat itu sambil sesekali aku cubit gemas pipinya. Begitu damai disisinya bahagia rasanya karena rasa takutku sama sekali tak terbukti. Kami sepakat untuk tetap melanjutkan hubungan ini.

 

23 juni 2011

Hari terakhir aku disana, pagi itu juga aku harus berpamitan dengannya setelah malam sebelumnya saling menitikan air mata terbayang hari esok yang akan dijalani setelah pertemuan ini. Dengan berat hati aku melangkah pagi itu dengan seorang teman baru yang akan pulang bareng dengan ku. Setelah sampai dia belum keluar juga namun akhirnya dia keluar juga. Aku hampiri dia dengan hati perih aku genggam tangannya sambil berlinang aku ucapkan kata berpisah dia hanya diam meski aku tahu dalm hatinya juga tak merelakan perpisahan ini. Setelah itu aku berjalan dengan tatapan kosong ada sesuatu yang hilang dariku. Hingga tiba diterminal dia menelepon ku dengan tangisnya dan itu semakin membuatku perih. Aku berusaha meyakinkannya untuk tetap menerima apa yang seharusnya terjadi ini.

Hari hari berikutnya setelah pertemuan ini kami isi dengan berbagi aktifitas masing masing. Perlahan aku mulai mengenal keluarganya meski tanpa pernah bertemu, aku mulai berani menelepon bapak atau ibunya untuk sekedar bertanya kabar dan cerita tentang aktifitas sehari hari. Hubungan itu terus berlanjut hingga tiba suatu kata perpisahan yang benar benar memisahkan kami.

 

16 July 2011

Tepat hampir setahun aku mengenalnya ditanggal itulah terucap kata perpisahan antara aku dan dia. Bukan perpisahan seperti orang lain umumnya kami berpisah karena keadaan yang mengharuskan kami berpisah bukan keinginan kami bukan pula karena ada masalah diantara kami. Masih teringat kala itu dengan tangisnya dia bilang kata putus dan dia masih memintaku untuk menghiburnya seperti biasa. Kemudian dia mematikan hp nya sesaat sekitar satu jam setelah kami berhasil menguasai emosi dan perasaan kami masing masing aku kembali meneleponnya untuk mengucapkan selamat jalan karena dia pergi untuk melanjutkan pendidikannya disebuah kota diJawa timur sana. Hari hari setelah itu hidupku seperti kosong kembali kemasa gelap seperti saat aku belum mengenalnya.. semangat ku menurut energi luar biasa itu seakan lenyap. Aku terpuruk dalam keadaan itu  semua nilai kuliahku turun drastis hingga aku belajar menerima keadaan itu dan aku berusaha bangkit berjuang untuk tetap bisa buat dia tersenyum bangga. Setelah perpisahan itu nyaris tidak ada komunikasi antara kami. Satu satunya media komunikasi kami hanya facebook seperti awal aku mengenalnya. Hingga saat ini sudah dua tahun lebih aku berusaha bertahan menjaga hati dan perasaan ini.

 

Hubungan kami sama seperti hubungan orang lain pada umumnya bukan tanpa masalah, kami juga pernah mengalami kerikil kecil yang mengganggu hubungan kami. Namun kami memilih menyelesaikan dengan maaf karena kami memilih mempertahankan hubungan ini dari pada emosi kami. Hal yang sering buat aku kesel dia sering hilang tanpa kabar bikin khawatir. Dan yang paling sering bikin kecewa itu dia tidak sepenuhnya terbuka seakan ada yang berusaha disembunyikan padahal dengan sikapnya itu seakan dia tidak menganggap hadirku, tentu siapa yang gak kecewa kalo orang yang dia sayang tidak mengganggap hadirnya. Aku hanya ingin kamu tuh berbagi hal apapun itu baik atau pun buruk tidak perlu semua ditanggung sendiri dengan berbagi aku merasa bahwa hadirku punya arti untukmu.


 

 “Langit takut kehilangan bintang…

Laut takut kehilangan ombak…

Mentari takut kehilangan sinarnya…

 

Begitu juga aku yang takut kehilangan canda tawamu

Burung kakak tua ku…”

 

Masih kah perasaanmu sama seperti saat kau tuliskan kata itu untuk ku??

Masihkan aku berarti untuk mu?

Yakin kan aku untuk selalu menantimu dan menjaga cinta dan perasaan ini…

Satu hal yang perlu kamu tahu dari ku…

“Aku mencintaimu dengan sederhana…”

“Seperti embun yang indah meski tanpa warna…”

Biota

inspirasional,

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: